Pages

Minggu, 08 Februari 2015

Aku Bisa Apa?



“Yaahh ... Kalah lagi !”
“Kamu tuh ya, bisanya cuma nyusahin orang. Sini balikin HP ku.”
Mereka sangatlah lucu. Setiap hari tidak pernah akur, dan selalu bertingkah konyol.

“Hahaha.. Lucu banget sih kalian, gak pernah akur ...” ucapku dengan tertawa kecil.
Bryan, cowok berpostur gagah dengan wajah hitam manisnya yang membuat diriku selalu bertanya-tanya ‘Betapa sempurnanya Tuhan bisa menciptakan makhluk setampan dirinya’. Ya, aku mengaguminya sejak lama, sejak aku duduk di bangku kelas 7 dan sekarang aku kelas 9.
Della, cewek berkulit kuning langsat dengan senyum manis yang selalu ada di wajah cantiknya. Ia selalu menemaniku kemanapun aku pergi. Ia teman terbaikku. Kita bersahabat.
Aku, Vina. Pengagum rahasia Bryan. Aku sangat mengagumi dirinya karena dimataku, Bryan adalah cowok sempurna yang tampan, dan aku hanya bisa mencintai dirinya dari sisi gelapku. Dia adalah bayang-bayang indahku. Dan aku sadar, dia gak mungkin suka sama aku. Aku nggak mau seorangpun tahu tentang aku mengagumi dia, nggak mau.
‘Kriing.. kring..’
bel pun berbunyi. Sesegera mungkin aku dan Della bergegas keluar kelas dan membeli makanan. Karena jam matematika sebelum istirahat itu sangat membuat kami gerah, lunglai, letih, lesu, dan lapar. (true story :v ).
“Aku beli jus aja deh, kamu apa ?” tanya Della kepadaku. “Aku mau batagor aja deh, bentar ya.” Akupun bergegas membeli batagor dan Della membeli jusnya. Setelah selesai, kami kembali menuju kelas.
 Di perjalanan menuju kelas ...
Aduh gila dia ganteng banget ... subhanallah...’ ucapku dalam hati. (astaghfirullahaladzim, zina mata mbak, zina mata.)
“GUBRAKK!”
“Bryaaann kamu lagi.. kamu lagi.. gak pernah ya kamu bikin aku ketawa sehari aja !” jus Della tumpah, dan sekarang tinggal ¼ cup saja.
“hehe.. maaf deh.. Kamu kalo lagi marah gitu tambah cantik, deh !” goda Bryan dengan memeletkan lidahnya ke arah Della.
“Ciee.. cie...” sorakku. Della langsung menarik tanganku dan bergegas menuju kelas. “Eh kalian tuh cocok, lho. Sumpah, kalian tiap hari tuh berantem terus.. so sweet tauk !” ucapku dengan tersenyum. “Ihh Vin, ngomong apa sih kamu ! Bryan itu jijay, ew banget pokoknya. Udah item, sok-sokan lagi.” Tukas Della dengen mengerutkan bibirnya. “benci jangan terlalu benci, nanti malah sayang  lho” Godaku dengan tertawa kecil.
‘Kriiingg ... kring ...’
Bel masuk berbunyi, saatnya pelajaran IPS. Di dalam kelas, aku kembali disuguhi oleh pemandangan yang tiap hari kulihat, Della dan Bryan. Kali ini, mereka lempar-lemparan kertas. Aku hanya tersenyum melihat tingkah laku mereka berdua.
Kalau suatu saat mereka saling suka, aku gak boleh sakit hati. Aku harus kuat, aku gak boleh sedih. Aku cuma pengen liat Bryan seneng dan liat dia senyum terus tiap hari. Karena senyumnya, hari-hariku berwarna’
Keesokan harinya ...
“Vin, aku pengen ngomong nih sama kamu”
“Apa Del? Ngomong aja kali, woles aja atuh kayak mau apa aja”
“Aku ...”
“Kamu apa?”
“Anu, Vin. Bryan ...”
“Iya, Bryan Kenapa?”
“Aku jadian sama Bryan semalem. Dia nembak aku lewat line. Aku bingung, Vin. Emang selama ini aku selalu berantem sama dia, tapi gak tau kenapa, setiap ada dia aku deg-degan banget. Aku gak nyangka banget, ternyata dia punya perasaan yang sama ke aku.”
Hening.
“ehm.. a.. aku.. eh langgeng ya.. hahaha bener kan apa kataku, benci jangan terlalu benci, kesandung kan akhirnya... ciee, pokoknya langgeng deh. Selamaat ! Pajak dulu dong”
“Ah, bisa aja kamu, Vin..”
                Mulai hari itu, semua terasa suram. Tubuhku hancur seperti tertimpa dunia. Gak ada hak buat rasa cemburu ini. Aku bukan siapa-siapa Bryan, aku hanyalah seorang penggemar rahasianya. Di satu sisi, aku sahabat Della. Aku harus mendukung semua yang membuat Bryan dan Della bahagia. Ternyata, Della-lah yang dapat membuat Bryan bahagia dan hari-hari Bryan berwarna.
                Aku hanyalah seorang penggemar rahasianya. Aku tidak berhak atas apapun. Yang bisa aku lakukan hanyalah berdoa, supaya kebahagiaan selalu menyertainya. Jika ternyata kebahagiaannya bukanlah aku, aku ikhlas. Karena aku sadar, mencintai tidak harus memiliki.
                Aku cinta kamu, tapi kalau kamu cinta dia, aku bisa apa?



2 komentar:

  1. wow.... ABG banget nih critanya... tp oke lah lumayaan... bikin cerpen inspiratif dong sissy

    BalasHapus
  2. bisanya cuman baper :(

    :vvv

    BalasHapus

 
Images by Freepik